SMP Negeri 1 Nanggulan

Jatingarang Lor, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta

Where Tomorrow's Leaders Come Together

Cerita Fantasi

Selasa, 23 Maret 2021 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 637 Kali

Salah Satu tuntutan abad-21 adalah kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Menyusun teks cerita fantasi dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Berikut beberapa contoh cerita fantasi karya salah satu teman kita.

Fahsya Anak Baik

Karya: Tiar Nafeeza Haqqi (7B)

 

Pada hari Minggu pagi Fahsya dan kakaknya yang bernama Rifki melakukan kegiatan sehari-hari di rumah. Fahsya adalah anak yang baik, tidak seperti Rifki. Rifki jika disuruh ibunya pasti menjawab "Adek kan bisa," Walaupun kakaknya kurang baik Fahsya tetap bersabar dan jika disuruh kakaknya tetap melakukannya.

 

"Fahsya, tolong anterin makanan ini ke rumah kakek!" ujar ibu Fahsya. "Iya, Bu, Fahsya siap- siap dulu," ujar Fahsya. Selesai bersiap-siap Fahsya langsung mengambil makanan dan bersangkat ke rumah kakeknya. 

 

"Assalamu'alaikum," ujar Fahsya sambil mengetuk pintu. Kakeknya langsung membukakan pintu. "Oh, Fahsya! Sini masuk dulu!" ujar kakeknya.

Setelah masuk dan duduk, Fahsya memasrahkan makanan yang dibawanya. Fahsya menemani kakeknya makan. 

 

Fahsya dan kakeknya mendengar suara azan. "Kek, Fahsya mau ke kamar mandi dulu," ujar Fahsya. Sesampainya di kamar mandi Fahsya berwudhu. Setelah berwudhu pintu kamar mandinya bersinar. Fahsya sempat kebingungan. Lalu Fahsya mendekati sinar pada pintu itu. Tangan Fahsya seolah-olah ditarik oleh seseorang dan tiba tiba Fahsya sudah berada di sebuah kerajaan.

 

"Kok aku ada di kerajaan? Jika tidak bisa kembali bagaimana? " tanya Fahsya dalam hati. Ia pun merasa panik. Fahsya berjalan mondar-mandir. Ia kebingungan dan panik. 

 

Satu jam kemudian Fahsya bertemu dengan prajurit. "Nak, kamu dipanggil oleh tuan kami," ujar prajurit itu. Fahsya tambah kebingungan. Lalu fahsya bertemu dengan raja kerajaan itu.

 

"Nak ini adalah tuan kami," ujar prajurit sambil mempersilakan. Dengan takut Fahsya berjalan mendekati raja itu.

 

"Siapa namamu?" tanya Raja.

 

"Ff..., Fahsya," jawab Fahsya sambil gemetar.

 

"Keliatannya kamu baik, apa saja yang telah kamu lakukan untuk menjadi orang yang berguna?" tanya Raja.

 

"Saya belajar dengan sunguh-sunguh untuk mencapai cita-cita," Fahsya menjawab dengan rasa takut.

 

"Belum cukup, kamu harus menambahkan lagi!" ujar raja.

 

Setelah berfikir keras Fahsya membuka pembicaraan. "Saya membantu ibu dan ayah saya melakukan pekerjaan sehari-hari."

 

Setelah Fahsya selesai menjawab, raja itu memberikan baju yang biasanya digunakan para pangeran. "Pakailah ini!" pinta raja. 

 

Setelah baju itu terpakai, tiba-tiba Fahsya telah kembali ke rumah kakeknya. Fahsya merasa lega bisa kembali lagi ke rumah kakeknya. "Aku harus belajar yang rajin dan memiliki perilaku yang lebih baik," batin Fahsya sambil berjalan menuju mushola. Fahsya bertekad menjadi orang yang lebih baik kepada siapa saja dan akan belajar dengan giat lagi.***

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Sumarno, S.Pd.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh, Pengunjung webside yang budiman, Sebagai insan beriman, tak henti dan tak lelah kita berucap syukur ke hadirat…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?

LIHAT HASIL